Poi poi Kirinpoi! Konichiwa minna!
Disini gue akan ngereview anime yang jutaan wibu pasti tau, yapss, apalagi kalo bukan Tokyo Ghoul. Anime ini sendiri awalnya rilis dalam bentuk manga yang ditulis oleh Ishida Sui alias Sensei Misterius, kenapa gue bilang dia misterius? Soalnya Ishida Sui bukanlah nama asli melainkan nama pena, so kita nggak bakal tau guys dia siapa, gendernya apa, ato nggak nama aslinya.π
Tokyo Ghoul mendapat adaptasi anime di tanggal 3 Juli 2014 di bawah naungan Studio Pierrot, hmmm masuk ke anime lama tapi kok napa di review? Justru itu, anime Tokyo Ghoul tergolong anime lama, tapi gue yakin anime ini LAYAK BANGET buat kalian tonton, apalagi buat newbie.π
So langsung aja guys, gue bakal review nih anime dari season 1-3
First impression gue di season 1 Tokyo Ghoul, sebenernya bkin mual bukan main. Di awal episode banget udah nampiliin kesan-kesan gore ato biasa disebut sadis, apalagi gue nontonnya yang tanpa sensor. Ghoul adalah manusia pemakan manusia yang memiliki kekuatan unik bernama kagune.
Di episode pertama kita bisa langsung mengenali karakter utama dari anime ini, yaitu Ken kaneki, yang awalnya dia itu remaja biasa tetapi karena sebuah TRAGEDI dia pun berubah 180⁰ dan karena cuma salah kencan aja, ternyata perempuan yang dia kencani adalah seorang Ghoul. Lantas perempuan itu, Rize, mengubah Kaneki menjadi setengah Ghoul.
Dan dari situ saat Kaneki mulai mencari jati diri, di samping itu para tokoh pun mulai dikenalkan satu per satu, gue paling suka pas perekenalan Nishiki soalnya perkembangan hubungan antara dia sama Kaneki itu keren, dari musuh jadi temen.
Di season satu ini tidak hanya menceritakan keluh kesah Kaneki yang Half Ghoul, tapi juga dari sisi dimana Ghoul memandang kehidupan mereka. Jadi gue suka banget dan para Ghoul mempertahankan hidup dengan memberontak CCG, CCG adalah suatu organisasi yang memberantas para Ghoul. Dan juga sudut pandang dari Hinami, dia harus kehilangan kedua orang tuanya karena satu ayahnya dibantai oleh sesama Ghoul dan ibunya yang harus mati oleh CCG demi melindungi Hinami. Di scene ini jujur gue nangis, ngelihat kasih seorang ibu yang begitu besar hingga rela dirinya mati. Dari sinilah kita bakal tahu bagaimana rasanya menjadi seorang Ghoul, yang ternyata susahnya minta ampun.π
Bagian kesukaan gua di anime ini adalah di ujujng season-nya, gua nyampe demam ngeliatnya. Dimana Kaneki yang tadinya berambut hitam bertransform menjadi putih, itu gilaa bangett!! Terus dsitu Kaneki bangkit dan melawan Jason, ditambah sama BGM dari openingnya sendiri. Sumpah!! itu epik banget!! So hype guys!!!
Dan sekarang gue bakal review season duanya. Kesan pertamanya gue ngerasa kalo ini bakal jadi season terakhir dari Tokyo Ghoul, kenapa? Karena nggak ada konfirmasi mengenai lanjutan Tokyo Ghoul ato nggak ada kepastian. Btw, season ini di awali oleh Kaneki yang sudah bergabung dengan Aogiri, menurut gua itu gilaa banget apalagi di sekarang udah makin badass.π
Kebanyakan di season ini menjabarkan kehdupan Anteiku tanpa Kaneki, dan lebih sering memandang POV Touka. Itu membuat gue jadi tau betapa rumitnya Anteiku di kala itu, plus ada pertentangan antara Aogiri sama Anteiku. Dan lebih memperdalam mengenai masa lalu Touka dan Ayato yang sebenrenya kakak-adik. Dan karakter yang paling gue suka di season ini adalah Amon, kenapa? Soalnya dia adalah satusatunya CCG yang mau mengenal Ghoul lebih dalam tanpa tau risikonya, saiko!!!π
Ada dua bagian yang gue suka dari season ini, pertama, pas Kaneki jadi kakuja di misi Chochela. It's really sick!! Dan disitu juga Kaneki ngerasa dia nggak mau kalo dirinya jadi monster, dan di saat itu juga Si owl muncul dan nyelamatin Ayato plus Kaneki. Kita tau kalo disini ada sedikit plot twist dimana Manager Anteiku adalah ayah Eto, so, Eto juga adalah Half Ghoul yang sama kayak Kaneki. Dan Eto adalah owl yang lebih besar dari ayahnya.π±
Kedua, dimana scene ini buat gue nangis ngeliatnya. Temen sejati Kaneki, yaitu Hide, harus mati. Di saat mereka bertemu di cafe Anteiku dan berbincang sebentar, gue kira itu bakal jadi ending yang keren ato gue asumsika kalo Hide tuh baik-baik aja. Tapi taunya ada plot twist lagi, ternyata Hide sudah berlumuran darah dan sedang sekarat. Dan yang buat gue sedih adalah ketika Hide bilang kalo dia mau pulang sama Kaneki, gue nangis pas Kaneki juga nangis. Terus yang buat gua merinding itu ketika Kaneki membawa Hide berjalan keluar dengan iringan musik Unravel versi acoustic.
Kaneki membawa Hide menuju keramaian yang sedang berselisih, membuat bunyi perang hilang sejenak menyaksikan mereka melintas. Pokoknya itu emosional banget, nggak kuat!!!ππ
Btw, endingnya mungkin emang ngegantung, jadi waktu kala itu gue nggak paham sedikit pun. Jadi makannya gue ngerasa sedih karena nggak ada konfirmasi mengenai season 3 Tokyo Ghoul, dibiarin ngegantung itu rasanya nggak enak.π₯π₯
Selang 3 tahun akhirnya rilis juga season 3 dengan judul yang sedikit berbeda yaitu Tokyo Ghoul:re. Season ini merupakan seri terakhir dari Tokyo Ghoul karya Ishida Sui. Agak sedih sih menurut aku, tapi akhirnya happy ending kok hehehehe. Season ke-3 ini terdapat 2 cour. Banyak dari fans Tokyo Ghoul bilang, penggambaran animasinya jelek berbeda dengan season sebelumnya, karna beda studio yang menangani. Menurut gue, memang rada jelek sih, tapi gue nonton bukan karena grafik dari animenya, melainkan ceritanya itu lohhh.
Oh iya, di season ini menceritakan kehidupan baru Kaneki.... maksud gue emang bener-bener baru, sampai nama juga berganti menjadi Haise Sasaki yang berkerja sebagai CCG. Dari sini nih Haise mulai mencari tau siapa diri sejatinya itu.
Haise memiliki teman-teman baru yang baik, yaitu dari squad QS. Sampai Haise menganggapnya sebagai sebuah keluarga. Namun dia juga berjumpa dengan teman-teman lamanya yang mengundang masa lalunya kembali.
Diakhir cour pertama, Haise pun berubah menjadi Kaneki kembali berkat Eto dan kawan-kawannya. Rambutnya berubah menjadi hitam lagi guyss... πdan dia akhirnya kembali kepada keluarga aslinya, yaitu Anteiku. Dan akhirnya Touka dan Kaneki menikah gaesss!!!π sampai adegan UwU nya dilihatkan wkwkwk.ππ
Di cour kedua lebih membahas perdamaian antara Ghoul dan para CCG yang ternyata diantara mereka terdapat kambing hitam yang membuat masalah ini semakin sulit. Tetapi di akhir season ini, para Ghoul dan CCG mau tidak mau harus bersatu untuk menghancurkan monster besar yang bersumber kepada Kaneki, gue lega akhirnya mereka bersatu dan bisa hidup damai diantara Ghoul maupun manusia normal.ππ
πENDπ









Tidak ada komentar:
Posting Komentar